Minggu, 18 September 2011

Kopi Aceh, Aroma yang Tak Terlupakan


 Banda Aceh: Rasa dan aroma khas kopi Aceh tentu tak asing lagi bagi penikmat kopi di Tanah Air. Jangan heran jika Anda datang ke Aceh dan melihat banyak warung kopi yang dipadati pengunjung. Pria, wanita, tua, muda, semua tumpah ruah di warung kopi.

Nikmatnya rasa dan aroma kopi ternyata tak lepas dari hasil racikan perajin bubuk kopi. Biasanya para pedagang menjaga pelanggan dan keaslian citarasa kopi dengan mengandalkan racikan.

Cuk Biet, perajin kopi asal Desa Lamgapang, Kecamatan Barona Jaya, Aceh Besar, masih setia dengan cara tradisional. Berbekal jeungki atau jengki, alat pemecah biji kopi dari kayu, Cuk Biet meracik kopi bubuk.

Biji-biji kopi itu digoreng dan diberi ramuan khas, berupa campuran mentega, telur ayam, serbuk vanili, dan sedikit gula. Selanjutnya kopi ditumbuk dengan peralatan yang sangat sederhana.

Cuk Biet menjaga benar citarasa kopi bubuk buatannya. Meski tak membatasi produksi, dalam sebulan dia bisa mendistribusikan sekitar satu ton kopi bubuk ke para pelanggan. Tak hanya di sekitar Aceh, namun juga untuk pelanggan di Pulau Jawa. Tak heran bila banyak remaja menjadi pengusaha kopi. Dari membuka warung kopi hingga berdagang bubuk kopi ke luar Aceh.



Sumber: Liputan6.com,

Woow Ternyata, Rendang Makanan Terlezat di Dunia


Hampir di seluruh penjuru Indonesia, rumah makan Padang bertebaran. Salah satu menu favorit asal Minangkabau ini tak lain dan tak bukan adalah rendang.

Ya..rendang. Olahan dari daging sapi dengan bumbu pedas khas Sumatra Barat ini memang tidak hanya disukai warga Minang, tapi juga hampir sebagian masyarakat Indonesia bahkan seluruh dunia.

Tidak percaya? lihat saja hasil surveri stasiun berita CNN yang menempatkan rendang sebagai makanan terlezat nomor satu di dunia. Ada juga nasi goreng dan sate di posisi dua dan empat belas [baca: CNN: Rendang, Masakan Terlezat di Dunia].

Tentunya kita patut bangga makanan anak bangsa kini telah mendunia. Diperlukan ketelitian dan kesabaran untuk menghasilkan rendang yang gurih dengan waktu setidaknya empat jam untuk memasak rendang. Bumbunya pun harus ditakar dengan lidah oleh sang pembuat. "Rendang itu makanan unik," kata Datuk, ahli kuliner, belum lama ini.

Selain daging rendang juga ada yang menggunakan bahan baku telur, paru, maupun kerang. Tinggal pilih yang mana dijamin semuanya lezat.

Sumber: Liputan6.com



Jumat, 09 September 2011

Kacamata Unik dari Rambut Manusia


 London,Di tengah persaingan produk ramah lingkungan, brand mode ternama Studio Swine tampil dengan produk terbarunya. Produk unik tersebut tak lain adalah kacamata yang terbuat dari rambut manusia.

 Rambut dipilih Studio Swine karena ramah lingkungan dan mudah untuk didapatkan. Untuk menghasilkan kacamata unik ini, rambut diproses dengan bioresin sebagai bahan pengikat. Proses ini 100 persen biodegradable dan tidak menghasilkan zat berbahaya. Tekstur dan warna-warna dari kacamata ini pun sangat alami.

 Koleksi terbaru dari Studio Swine ini pun telah beredar di pasaran. Belum puas dengan inovasi terbarunya ini, Studio Swine berjanji akan terus berusaha menggali ide-ide unik lain untuk memproduksi produk dari bahan baku ramah lingkungan.

Sumber: Liputan6.com

Ternyata Merokok di Pagi Hari, 2 Kali Lebih Berbahaya

Hampir sebagian besar orang tahu bahwa kebiasaan merokok bisa merusak kesehatan. Namun tahukah Anda, merokok di pagi hari ternyata dua kali lebih berbahaya?

Sebuah penelitian yang melibatkan 7000 perokok, dilakukan oleh para ilmuwan dari Penn State College of Medicine, Amerika. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang menghisap sebatang rokok, 30 menit setelah bangun tidur memiliki risiko terkena kanker paru-paru dua kali lebih besar.

Dari semua partisipan penelitian terdapat 4776 perokok yang sudah menderita kanker paru-paru, sedangkan perokok lainnya sehat. Dibandingkan dengan mereka yang merokok pada satu jam setelah bangun tidur, orang yang langsung merokok setelah bangun tidur memiliki kemungkinan sebesar 79% terkena kanker. Namun dilihat secara keseluruhan, berapa banyak rokok yang dihisapnya tidak memperngaruhi angka tersebut.

"Perokok pagi hari memiliki tingkat nikotin yang tinggi dan racun lain dari tembakau di tubuhnya. Mereka juga lebih kecanduan daripada perokok yang menahan diri untuk tidak merokok setengah jam atau lebih setelah bangun tidur," kata salah satu peneliti, Joshua Muscat, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

Pada penelitian lain yang mengikut sertakan 1.850 perokok, 1055 dari mereka menderita kanker kepala dan leher. Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang merokok dalam waktu 30 menit saat bangun berisiko 59% membuat penyakit kankernya lebih berbahaya dibandingkan dengan mereka yang menunggu satu jam.

Para peneliti mengatakan, temuan ini dapat membantu mengidentifikasi perokok yang berisiko sangat tinggi terhadap kanker paru-paru, otak, dan leher serta mendapat manfaat dari program penghentian merokok yang ditargetkan. Walau begitu, risiko menderita kanker tetap akan terus meningkat jika Anda masih terus melakukan kebiasaan merokok tanpa kenal waktu.

Sumber: detikSurabaya.com

Ski Lumpur, Tradisi Unik Nelayan Pasuruan Rayakan Lebaran Ketupat


Pasuruan - Banyak cara dilakukan masyarakat untuk merayakan tradisi lebaran ketupat. Seperti yang dilakukan nelayan pesisir utara Pasuruan ini. Mereka mempunyai tradisi unik dengan menggelar lomba ski lumpur, atau yang lebih akrab disebut Ski Lot.

Ski Lot sendiri merupakan ski yang dilakukan di atas lumpur tambak yang sengaja dikosongkan. Ski Lot berasal dari kata Ski yang berarti berlelancar dan Lot yang merupakan kata dari bahasa Madura yang celot atau lumpur. Ski Lot berarti berselancar di atas lumpur.

Tradisi ini berawal ketika warga mengunakan papan untuk mencari kerang dan rajungan di laut. Namun lambat-laut rutinitas menjadi kerang tersebut menjadi perlombaan berselancar di atas lumpur yang terus dilakukan hingga saat ini. Sejak 31 tahun silam Ski Lot terus dilombakan untuk merayakan Lebaran Ketupat atau hari ke-tujuh Hari Raya Idul Fitri.

Bukan hanya orang dewasa yang mengikuti perlomabaan tersebut, anak-anak pun sangat antusias mengikuti perlombaan itu. Setiap orang yang berhasil menjadi juar akan merasa bangga karena dipundaknya akan tersemat julukan nelayan cekatan dan cakap saat bekerja.

"Ya senang dan bangga sekali, apalagi banyak yang nonton," kata Rodhi (26), salah seorang peserta lomba Ski Lot asal Dusun Sanggaran, Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kamis (8/9/2011).

Sementara dari tahun ke tahun perlombaan Ski Lot kian semarak dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti. Dibanding tahun lalu, peserta lomba skilot ini membludak hingga panitia terpaksa membatasinya.

"Tahun lalu pesertanya hanya 50 orang saja sekarang ini dibatasi hanya 81 orang. Kalau tidak dibatasi bisa ratusan," kata Sudar Tohir Akbar, Kepala Desa Tambak Lekok.

Selain lomba skilot, perayaan lebaran ketupan di Lekok juga dimeriahkan dengan bergai lomba lainnya yang digelar sejak lebaran Idul Fitri seminggu lalu. Diantaranya lomba perahu hias, lomba perahu dayung, lomba tarik tambang perahu hingga pencak silat.

Pasuruan - Banyak cara dilakukan masyarakat untuk merayakan tradisi lebaran ketupat. Seperti yang dilakukan nelayan pesisir utara Pasuruan ini. Mereka mempunyai tradisi unik dengan menggelar lomba ski lumpur, atau yang lebih akrab disebut Ski Lot.

Ski Lot sendiri merupakan ski yang dilakukan di atas lumpur tambak yang sengaja dikosongkan. Ski Lot berasal dari kata Ski yang berarti berlelancar dan Lot yang merupakan kata dari bahasa Madura yang celot atau lumpur. Ski Lot berarti berselancar di atas lumpur.

Tradisi ini berawal ketika warga mengunakan papan untuk mencari kerang dan rajungan di laut. Namun lambat-laut rutinitas menjadi kerang tersebut menjadi perlombaan berselancar di atas lumpur yang terus dilakukan hingga saat ini. Sejak 31 tahun silam Ski Lot terus dilombakan untuk merayakan Lebaran Ketupat atau hari ke-tujuh Hari Raya Idul Fitri.

Bukan hanya orang dewasa yang mengikuti perlomabaan tersebut, anak-anak pun sangat antusias mengikuti perlombaan itu. Setiap orang yang berhasil menjadi juar akan merasa bangga karena dipundaknya akan tersemat julukan nelayan cekatan dan cakap saat bekerja.

"Ya senang dan bangga sekali, apalagi banyak yang nonton," kata Rodhi (26), salah seorang peserta lomba Ski Lot asal Dusun Sanggaran, Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kamis (8/9/2011).

Sementara dari tahun ke tahun perlombaan Ski Lot kian semarak dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti. Dibanding tahun lalu, peserta lomba skilot ini membludak hingga panitia terpaksa membatasinya.

"Tahun lalu pesertanya hanya 50 orang saja sekarang ini dibatasi hanya 81 orang. Kalau tidak dibatasi bisa ratusan," kata Sudar Tohir Akbar, Kepala Desa Tambak Lekok.

Selain lomba skilot, perayaan lebaran ketupan di Lekok juga dimeriahkan dengan bergai lomba lainnya yang digelar sejak lebaran Idul Fitri seminggu lalu. Diantaranya lomba perahu hias, lomba perahu dayung, lomba tarik tambang perahu hingga pencak silat.

Sumber: detikSurabaya.com

Tradisi Unik Lebaran Hari ke - 7


Ada beragam tradisi digelar warga untuk memperingati lebaran hari ke 7 atau lazim disebut dengan lebaran ketupat. Di Jember, Jawa Timur, warga menggelar pawai kereta pegon. Pawai ini cukup unik, dimana ratusan warga beramai-ramai menaiki puluhan pedati berhias janur kuning menuju pesisir pantai. Pawai diakhiri dengan makan ketupat bersama-sama yang sangat identik dengan suasana lebaran hari ke 7.

Pawai pegon ini merupakan salah satu tradisi warga yang tinggal di kawasan pesisir selatan kota Jember untuk menandai lebaran hari ke 7 atau lebaran ketupat.

Pegonpun berhias beragam ornamen yang terbuat dari janur kuning. Tak lupa para kusir juga mengajak serta seluruh anggota keluarganya untuk naik keatas gerobak dan berkeliling melintasi jalan-jalan desa. Pegon dengan nama lain cikar atau pedati, merupakan alat transportasi dengan tenaga sapi sebanyak penariknya. Alat transportasi tradisional ini biasa digunakan untuk mengangkut hasi pertanian.

Pawai pegon keliling desa ini merupakan tradisi warga yang sebagian besar berprofesi seagai petani dan digelar setiap setahun sekali bertepatan dengan lebaran hari ketujuh atau lebaran ketupat.

Pawai ini juga untuk melestarikan keberadaan pegon yang kini semakin terpinggirkan dan kalah bersaing dengan alat transportasi moderen. Pawai ini berakhir di kawasan pantai selatan Watu Ulo. Sambil menanti sapi-sapi beristirahat, para peserta arak-arakan melanjutkan tradisi makan ketupat bersama-sama

Sumber: indosiar.com

Rabu, 07 September 2011

Wow..Kupatan Kudus Sedot ribuan Pengunjung




Perayaan syawalan atau kupatan di Kudus serentak digelar di tiga titik terpisah. Perayaan lebaran pada hari ketujuh setelah Idul Fitri ini didatangi pengunjung mencapai ribuan pada setiap lokasi. Tampak dari lokasi yang dipenuhi pengunjung. Kupatan ini diharapkan menjadi medium sosialisasi budaya lokal kepada masyarakat.

Rabu (7/9) pagi hingga siang pengunjung menyemut di lokasi syawalan Bulusan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Mereka menyaksikan arak-arakan budaya yang mengisahkan sejarah Bulusan. Di antara peserta kirab ada dua seniman yang menggunakan kostum bulus, hewan yang mampu hidup di darat dan air.

Warga menyambut positif kirab Bulusan yang kali pertama digelar. Menurut penggagas acara, Aris Junaidi, yang juga Ketua Dewan Kesenian Kudus, seniman yang dilibatkan kurang lebih 150 orang. Mereka berasal dari berbagai sanggar seni di Kota Keretek.

Pada tahun mendatang, acara kirab akan dimasukkan agenda wajib setiap Bulusan. "Kami menyediakan 15 ribu buah tiket untuk pengunjung. Acara ini dapat mendorong pemasukan desa jika dikemas menarik," ujar Ketua Panitia Bulusan, Kamludin.

Puncak acara perayaan kupatan di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo juga dipadati pengunjung. Acara yang biasanya hanya dipenuhi sekitar 5.000 pengunjung itu, justru mampu menyedot 7.500 pengunjung.

Ketua Panitia Lomban Kesambi, Muhammad Sofyan, mengatakan para pengunjung yang datang disuguhi pasar rakyat, kegiatan naik perahu bersama menyusuri sungai Piji, dan hiburan musik dangdut. Kegiatan ini menarik masyarakat di Kabupaten Kudus dan kabupaten Pati. "Karena Desa ini dekat dengan Kabupaten Pati, makanya daerah sekitarnya juga banyak yang datang ke sini," katanya.

Sosialisasi Budaya

Di Desa Colo Kecamatan Dawe, acara kupatan digelar meriah dengan merebutkan empat gunungan yang berisi ketupat, lepet, dan hasil bumi. Gunungan yang dipercaya ada unsur 'berkah' tersebut dikirab dari Makam Sunan Muria pada pukul 10.00 kemudian didoakan oleh para ulama dan sesepuh desa.

Namun, sebelum serah terima gunungan kepada Bupati Kudus, masyarakat sudah berebut mengambil isi gunungan. Bupati Kudus, Mustofa, dalam sambutannya berharap acara ini dapat mengingatkan peran Sunan Muria dalam penyebaran agama Islam dan nguri-nguri tradisi kupatan, serta menjadi medium mengenalkan budaya lokal.

"Parade Seribu ketupat ini sudah dilaksanakan lima kali, semoga masih bisa dilaksanakan," kata Kepala Desa Colo, Demung Khairul Falah.

Ketua Komisi B DPRD Kudus, Mas'an, meminta pihak desa dan Disparbud Kudus untuk memperhatikan tempat gunungan diperebutkan, karena saat digelar berada di tebing. Selain bisa membahayakan pengunjung, penempatan tamu juga terganggu.

"Kami dukung terus dalam penganggaran parade kupat ini, namun lokasinya perlu dicarikan yang lapang, agar tak menimbulkan insiden," katanya.



Sumber

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More