Jumat, 19 Agustus 2011

2 Tips menjadi pribadi yang mudah bergaul

Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam
bergaul adalah salah satunya. Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah
 ini, mungkin ada dua hal yang perlu diingat:

Pertama, pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitas yang diraih dari
usaha dalam mengembangkan diri (developmental process). Jadi, apapun
kepribadian anda,pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk
bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain.


Sah-sah saja kita menyimpulkan, misalanya saja: saya orangnya termasuk

Melankolis yang introvert, pemikir dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk
Sanguinis yang ekstrovert, suka ngomong dan optimis. Saya orangnya termasuk
Phlegmatis yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk
Koleris yang ekstrovert pelaku dan optimis. Dan bla, bla, bla lainnya.

Tetapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan apakah.kita termasuk orang berkepribadian ini dan itu. Dunia ini hanya tahu satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami kesusahan yang tidak kita inginkan. Titik. Ini adalah sebuah dalil mengapa kita perlu
mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita.

Sejumlah istilah ilmiah yang bisa kita temukan dalam buku-buku kepribadian itu mestinya kita gunakan untuk melihat sisi plus-minus agar kita bisa mengembangkan diri sejati kita (bukan jadi seperti orang lain). Sebab, apapun model kepribadian kita pasti ada sisi plus yang perlu kita kembangkan untuk memperbaiki hidup dan pasti pula ada sisi minus yang perlu kita kontrol agar tidak sampai merugikan atau membahayakan.

Kedua, pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong,tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam.

Prinsip yang berlaku dalam pergaulan adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain (to build) dan bagaimana kita menjaga hubungan itu (to maintain).Karenanya, jangan heran bila menjumpai ada orang yang banyak ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat ada orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas.

Kalau melihat acuan Pendidikan Ketrampilan Hidup (Life Skill Education) yang dipakai PBB (Unesco), akan kita temukan empat pilar utama yang harus dilatih untuk memperbaiki ketrampilan hidup (terlepas apapun latar belakang pendidikan formal dan apapun model kepribadian anda). Keempat pilar utama itu adalah:

• Belajar untuk mengetahui (learning to know): Semua orang perlu
meningkatkan kemampuannya di sini, yaitu: kemampuan berpikir kritis,
berpikir dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, memahami
konsekuensi tindakan, dan seterusnya.

• Belajar untuk menjadi (learning to be): meningkatkan kemampuan personal
seperti bagaimana menangani stress, bagaimana meningkatkan
kepercayaandiri, kesadaran diri, dan seterusnya.

• Belajar untuk hidup bersama (learning to live together): kemampuan sosial
seperti komunikasi, negoisasi, kerjasama tim, bergaul, dan seterusnya.

• Belajar untuk melakukan (learning to do): kemampuan manual / praktek atau
keahlian kerja teknis sesuai dengan bidang kita masing-masing.


Sekali lagi perlu kita yakinkan pada diri sendiri bahwa bergaul adalah bagian
penting dari ketrampilan hidup. Kita semua sudah tahu bahwa di dunia ini pasti
tidak ada buku atau perpustakaan yang bisa mengungkap manfaat pergaulan
karena saking banyaknya manfaat itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More